Tuesday, February 19, 2013

korek harian honda blade

1. Noken As Custom
Noken as digarap ulang dengan lift 9.2mm dan durasi 272ยบ dengan LSA hingga 105.



2. Klep Sonic 27mm (in) 24mm (out).
Klep besar ini juga dapat dikombinasikan dengan per klep milik BRT.

3. Rasio Kompresi 13,2:1
Rasio kompresi dibuat tidak terlalu tinggi agar mesin lebih awet dan tahan.

4. Knalpot Kevlar.
Knalpot yang digunakan ialah AHRS-F4 model bundar.

5. Koil YZ125.
Koil ini mampu menaikkan power mesin cukup tinggi.

6. CDI BRT Super Pro.
CDI ini cocok dengan ubahan macam di atas.

7. Karburator Mikuni TM24.Dikombinasikan pilot jet 30 dan main jet 175.
baca selengkapnya »»  

Monday, February 4, 2013

Suzuki Crystal 110


Kalau boleh dibilang pada era 90′an adalah masa keemasan pabrikan Suzuki Indonesia (Indomobil Group), bagaimana tidak pada waktu itu motor-motor sport maupun bebek berteknologi 2 tak sangat mendapat apresiasi besar dari para penikmat produk keluaran pabrikan berlogo S tersebut. Dan bisa dibilang juga, bagi konsumen waktu itu jika mau motor kencang nan sporti yaaa…pilihannya jatuh ke Suzuki, dan bahkan sampai saat ini pula trade mark kencang juga masih dipegang oleh Satria FU 150.
Sedikit menoleh kebelakang tentang produk motor kelas bebek dari pabrikan Suzuki waktu itu, pada tahun 1990, Indomobil Group devisi roda dua menelorkan bebek dengan kapasitas mesin terbesar dikelasnya. Yup…Suzuki Crystal 110, pioner bebek bermesin 110 generasi RC dikeluarga Suzuki. Kehadiran motor ini adalah sejatinya sebagai penerus tongkat estafet kesuksesan Suzuki Sprinter dipasaran roda dua negeri ini.
Dengan menampilkan design yang ramping, agak lancip tapi tidak terlalu kaku, terlihat sangat dinamis untuk dikendarai. Menggunakan wheel base tidak panjang mampu membuat bebek sporti waktu itu, memberikan akselerasi spontan nan menawan. Berbeda dengan sang kakak yaitu RC 80 atau 100 Bravo, dimana pijakan kaki boncenger masih menyatu dengan swing arm, sehingga membawa efek tidak nyaman saat dibawa kejalanan makadam, maka dimotor ini hal itu sudah tidak akan terjadi karena penggunaan foot step boncenger yang terpisah dari swing arm mampu memberikan kenyamanan pada rekan tandem sewaktu riding bersama.

Design body ramping, bobot ringan, power ndak malu-maluin, benar-benar bebek yang asik untuk diajak bermanuver dimasanya.

Dibekali mesin 2 langkah, berkapasitas 109cc, berpendingin udara plus teknologi Jet Cooled, maksimum power 12 ps pada 8500 rpm, menggunakan karburator Mikuni VM16, mengadopsi 4 percepatan, kopling otomatis tipe basah, kapasitas tangki bahan bakar 3,5lt, tangki oli samping 1,2lt, berpenghenti laju tromol depan belakang, mengaplikasikan roda depan 17-250 depan dan 17-275 belakang. Dan yang bikin hebring…motor ini sanggup dipacu sampai dengan 120 kph…ck..ck..ck...sedap betul.

Beberapa yang ditawarkan dari Suzuki Crystal 110.
Selama masa edarnya dari tahun 1990 sampai dengan 1995, motor ini pernah mengalami metamorfosa 2 kali. Maksud metamorfosa disini adalah Suzuki Crystal selain hadir dengan tipe biasa, tapi juga menghadirkan versi racing (Crystal Tune 110). Perbedaan versi racing dengan yang biasa adalah adanya pemasangan knalpot model racing serta penutup rantai penerus daya yang sudah menggunakan model terbuka dan model indikator speedo meter yang berbeda dari versi biasa. Oo..iya pada versi Tune ini, untuk ukuran main jet dan pilot jet juga berbeda, jika yang versi biasa menggunakan 90 dan 20, sedangkan versi Tune 95 dan 22.5. Dan tidak itu saja power yang dihasilkan dari versi Tune lebih besar dari yang biasa juga yakni 12,5 ps pada 8500 rpm. Sehingga mampu membawa motor ini untuk digeber pada batas kecepatan 130 kph kondisi standar pabrik…hmmm…lumayan kencenglah untuk ukuran bebek produksi lokal pada waktu itu, tapi kalau mengingat kedua rem nya yang masih tromol jadi mikir 2 kali untuk ngebut :-D .

Suzuki Crystal Tune 110. Walaupun menyandang tampilan hampir sama dengan versi biasa, tapi soal urusan power, jangan pernah menyangsikannya.


Suzuki Crystal Classic. Varian low entry yang lumayan untuk diajak bermanuver dijalanan.

Last...sebelum pamornya digusur oleh sang adik kandung yakni Suzuki Tornado GS 110 pada tahun 1994, Suzuki Crystal merupakan motor idaman buat pecandu kecepatan yang menginginkan bebek lokal dengan performa yahud. Dan sekarang ini, motor ini bisa dikatakan telah benar-benar hilang dari peredaran jalanan dinegeri ini, apalagi yang versi Tune…jangan harap sampean akan menemuinya lagi.
Demikian dari saya,
Salam.
baca selengkapnya »»  

Monday, January 28, 2013

Vario 2006 Pekalongan : LADY SELEBSCHOOL

Friday, 16 December 2011 16:16 OTOMODIF - MATIC MODIF
User Rating: / 15
PoorBest 
Akibat keseringan diajak main ke bengkel modif oleh sang kekasih dan juga nonton ajang otocontest, akhirnya cewek bernama lengkap Niki Sae Ningkita ini kesengsem untuk merubah sosok skutik Vario berwajah modif.
Rombakan yang diusung oleh kaum hawa ini tetap mengacu pada konsep matic funky daily use. “Modifnya harus cantik tetapi tetap harus layak dipake untuk mejeng,” buka Peseg, sapaan tenarnya.

Guna mempercantik tubuh Vario sesuai akan keinginannya, selongsong set baju matik rakitan tahun 2006 ini digelontorkan ke bengkel Rief  Painting & Airbrush yang bermarkas di kota Atlas Semarang.

Menurut akan pesanannya, warna dasar hijau dari cat Spies hecker dilandaskan sebagai dasarannya. “Warna hijau favoritku ini harus ikutan menempel pada motorku,” tandas Peseg yang mengantongi kartu pelajar SMA 1 Kajen kelas XII ini.

Sentuhan kehijauannya ini dipermanis dengan alunan motif grafis bercorak warna silver, biru, kuning dan oranye yang dilapisi semprotan akhir dari pernis merk serupa. Kemudian kaki lansing dan tinggi akan idaman wanita dijamahnya berkat olahan dan kerja sama dengan bengkel Bok’ep Modified hasil mencomot pelek ring 17 U Shape TDR berjeruji rainbow dibaluti ban mungil produk Duro.

Aksi modif dikakinya ini ditimpali oleh genggaman cakram depan PSM dan ayunan suspensi belakang merk YSS menambah kenyamanan saat diajak riding. Nggak cukup itu aja, kecinclongan akan wanita terpancar dikaki dari kilauan krom yang menjalar pada sekujur kaki. | wahyu

SPEK MODIF:
CAT/CLEAR : Spies Hecker | PELEK : TDR | BAN : Duro | CAKRAM : PSM | SOK BELAKANG : YSS | AIRBRUSHER : Rief Painting&Airbrush, Jl. Kedungmundu raya no.72, Semarang | MODIFIKATOR : Bok’ep Modified, Kedungwuni, Pekalongan
baca selengkapnya »»  

Wednesday, January 23, 2013



Paket Bore Up Honda Beat dan Scoopy 

 

Paket Bore Up Honda Beat dan Scoopy - Meningkatkan performa dan tenaga tunggangan besi dengan cara bore up saat ini menjadi pilihan para pemodifikasi motor. Dengan cara ini dianggap lebih hemat dan praktis.

Bore up adalah mengganti ukuran piston agar lebih besar. Biasanya akan timbul perbedaan di pen piston pada stang piston, juga rumah pen piston. Bore up biasanya adalah teknik menaikan volume ruang bakar sehingga bahan bakar dan udara buat pembakaran dalam mesin dapat lebih banyak diperoleh dengan perbandingan rasio kompresi yang tinggi yang menghasilkan energi lebih besar (torsi mesin) dan putaran mesin yang lebih tinggi (RPM)

Paket Bore Up Honda Beat dan Scoopy masih jarang. Yang baru saja nongol keluaran Kawahara. Lengkap termasuk blok, piston, ring, klip dan paking.

Piston yang digunakan punya diameter 54,5 mm. Bisa dipakai harian dan balap resmi. “Karena kapasitas silinder 128,2 cc. Tidak melanggar regulasi,
Bentuk piston racing. Enaknya kompresi bisa dipilih. Jika pakai 1 paking blok silinder rasio kompresi 13,5 : 1 cocok untuk balap. Kalau paking blok dipasang 2 lembar 12,21 : 1, bisa untuk harian.







Lebih pasti enaknya diuji yuk. Menggunakan BeAT 2008 yang power awalnya hanya 7,26 dk. Dipasang paket bore up dengan paking blok dua lembar. Karena untuk harian. Semua serba standar. Knalpot, kem, lubang porting dan CDI asli pabrik hanya bore up 128,2 cc. Power mencapai 8,52 dk.

Coba pasang CDI Racing BRT Dual Band. “Dari hasil pengetesan, tenaga motor kembali naik jadi 8,74 dk,” terang Suar, operatordynotest dari BRT.

Paling mengagetkan ketika sudah ganti knalpot racing. Jajal knalpot R9 atau Racing Generation khusus BeAT. Power naik jadi 10,3 dk.

Berarti bisa disimpulkan. Kapasitas mesin sudah naik harus diimbangi pembuangan lancar. Kudu pakai pipa buang racing supaya hasilnya memuaskan. Power yang sudah besar ini hanya pakai tiga part. Paket bore up Kawahara, CDI BRT dan knalpot R9. Kondisi ruang bakar belum dilakukan pelebaran squish.

Termasuk karburator dan spuyer masih standar pabrik. Karena dari hasil pengukuran AFR (Air Fuel Ratio), menggunakan spuyer standar masih basah. Padahal tetap menggunakan boks filter namun sudah lepas filter kertasnya.

Pada saat tes dilakukan, juga belum dilakukan penggantian kem. Jika menggunakan kem racing macam Kawahara K1, kenaikan power diyakini akan bisa lebih besar lagi. Diperkirakan bisa nambah 1,5 dk lebih. Minggu depan kita lanjut tes kem juga ya. Apalagi jika diikuti dengan pembesaran lubang porting. Tenaga mesin bakal ikut melonjak.

Tes di atas memang ditujukan buat yang masih awam. Artinya, walau mekanik pemula pun bisa melakukan pemasangan paket bore up itu. Tidak perlu korek juga sudah oke. Untuk yang pengin atau tetap masih menggunakan knalpot standar juga bisa. Biar hasilnya bagus, tentu harus dibobok.
Nah ini juga penting sobat,janganlah asal melakukan bore up. Sebelum melakukan bore up, perlu pemahaman terhadap batas limit ukuran diameter dalam silinder osi sebelum dibesarkan atau dicolter. Tiap motor memiliki ketebalan liner yang berbeda.ok,,,,
baca selengkapnya »»  

Tuesday, January 22, 2013

modifikasi

SATRIA F 150 '11 BALIKPAPAN : MASA MUDA SAATNYA BERKARYA


Punya obsesi tinggi untuk eksis di ajang modif di bumi Borneo, Edo pasang kuda-kuda menjahili Suzi Satria FU anyarnya. "Biar masa mudaku sedikit bisa lebih punya arti dengan kejar prestasi di dunia modif," lugas lajang asal kota minyak Balikpapan ini.

Dapat restu seratus persen dari belahan jiwa Olief, obsesinya langsung ditumpahkan dengan merujuk dua gerai modif papan atas Balikpapan yakni Bulus Modified dan Samsul Birbig Studio. "Pengen angkat tema racing style yang emang udah mendarah daging di diriku," harapnya.

Aktualisasinya dilakoni awal oleh tim kreatif Bulus Modified yang digawangi Ipoel dan Bolonk. Konsentrasi awal difokuskan di sektor kaki-kaki yang kali ini disetting rada ekstrim berkomposisi spoky bareng pancangan 24 piece jeruji berkonstruksi style palang. "Paling keren nampak di lingkar belakang yang digawangi ciet style BIB," bangga Edo.

Lanjut lagi, body work wajib trondol menyisakan kedok lampu dan penggalan tail body aja dengan imbuhan bilah papan jok akrilik. Otomatis rangka kontan nongol dan dipolah sangar dengan coakan di sekujur batang pipanya bareng proses freis untuk mendapat hasil yang presisi dan rapi.

Akhiri aksi, finishing jadi senjata pamungkas agar penampakannya makin tampil perfect. Samsul Birbiglah kunci jitunya. Master airbrush Balikpapan asli Malang ini langsung memainkan tangan saktinya untuk mengolah grafis-grafis tajam dan dinamis bermodal kombinasi warna-warna stabillo.

"Bangga abis nih, maskot kontes perdanaku ini akhirnya berbuah podium juara di ajang otokontes nasional bareng Otre beberapa waktu lalu," bangga Edo. | ipoel 

SPEK MODIF
PELEK : DBS Arrow, BAN : Swallow, STANG & FOOT REST : Nui Racing, MASTEr : KTC, DISC : KTC, KALIPER : Ride It, TACHO : MOG, GAS SPONTAN : KTC, CDI : BRT, SLANG REM : Earls, KNALPOT : R-9, MODIFIKATOR : Bulus Modified, Jl. Amd Sungai Ampal, Balikpapan Kaltim (082158054618) & Samsul Birbig Studio, Jl.Amd Sungai Ampal (081346444979)
baca selengkapnya »»